Rabu, 21 Mei 2014

Masuk Islam secara Kaffah

"Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara kaffah (keseluruhan), dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu." (Al Baqarah:208)

saudaraku...
Perintah untuk masuk Islam secara kaffah atau keseluruhan memasuki Islam yakni dengan sungguh-sungguh menjadi pribadi yang senantiasa melakukan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya adalah harga mati bagi orang-orang yang telah berserah diri kepada Allah. Nabi Muhammad SAW mengatakan pada haji akbar didalam hadist muttawatir bahwa: "hai umatku, berpegang teguhlan kamu sekalian kepada Al qur'an dan As Sunnah". Maka tidak ada jalan lain, kecuali menjadikan Al Qur'an dan Sunnahnya sebagai petunjuk dalam kehidupan fana ini.



"Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus." (Al Maidah:16)

Kesungguhan didalam beragama akan tampak dari ucapan dan perbuatan seseorang yang mengikuti petunjuk Al Qur'an dan Sunnah Nabi Muhammad. Walaupun terkadang ucapan dan perbuatan seseorang juga bisa menipu orang yang melihat dan mendengarnya. Oleh karenanya Allah lebih mengetahui mereka yang berserah diri karena Allah mengetahui segala isi hati manusia. Dia, Ya Zahiir Ya Bhatiin...Islam bukanlah Simbol semata, Islam bukanlah acara seremonial yang dibesar-besarkan, Islam bukanlah kepentingan dan hawa nafsu dari segolongan orang yang berkepentingan. Islam adalah keselamatan.

"Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik- baik Penolong." (Al Hajj:78)

Yang terpenting bagi kita adalah, menjadikan diri sendiri dan keluarga untuk mendekatkan diri kepada Allah. Sudah sejauh mana kita beriman, Apakah kita benar-benar beriman atau hanya ikut-ikutan beriman dan ragu-ragu?, sudah sejauh mana kita bersungguh-sungguh dalam beragama, Apakah benar kita sudah yakin akan Allah atau hanya sekedar-sekedar saja?, Apakah kita sudah masuk Islam secara kaffah? atau... hanya mewarisi islam dari orang tua dan nenek moyang yang telah terlebih dahulu memeluk agama Islam.

Beragama bukanlah suatu perbuatan dan tindakan yang main-main. Perintah untuk bertakwa kepada Allah telah diterima Nabi Muhammad Saw sejak 1400 tahun lebih yang lalu dari dahulupun di kitab-kitab sebelumnya juga memuat perintah yang sama, hingga kini perintah itupun tetap berlaku sampai kehidupan ini berakhir. 



"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam." 
 (Ali Imran:102)

"Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil, dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu". Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka; maka janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir itu." 
(Al Maa"idah:68)

"Tidak datang kepada mereka suatu ayat Al Quran pun yang baru (di-turunkan) dari Tuhan mereka, melainkan mereka mendengarnya, sedang mereka bermain-main," 
(Al Anbiyaa':2)

"Tuhan Yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, jika kamu adalah orang yang meyakini. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menghidupkan dan Yang mematikan (Dialah) Tuhanmu dan Tuhan bapak-bapakmu yang terdahulu. Tetapi mereka bermain-main dalam keragu-raguan." 
(Adh Dukhan:7-9)

"Maka biarlah mereka tenggelam (dalam kesesatan) dan bermain-main sampai mereka menemui hari yang dijanjikan kepada mereka." (Az Zukhruf:83)

Semoga kita dapat mengintropeksi diri, dengan mendalami ayat-ayat Allah, membacanya, mentaddaburnya, memahaminya dan mengaplikasikan dalam kehidupan nyata. Janganlah Islam hanya dijadikan MERK semata, sudah Islam maka sudah selesai urusan. Bukan seperti itu yang diinginkan Tuhan Semesta Alam. Maka dari itu, bersegeralah untuk memohon ampun kepada Allah dan menjadikan Al Qur'an sebagai petunjuk dan Sunnah sebagai tata cara syariat beribadah kepada-Nya.

Kita semua tidak lain adalah orang yang akan kembali kepada-Nya,
Semoga bermanfaat, Maha benar Allah dengan Segala Firman-Nya.