Rabu, 03 Desember 2014

Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah

Berbagai macam buah-buahan yg tumbuh dari pohonnya, baik dari akar maupun dari bunganya, berbagai macam bentuk, bermacam jenis, warna dan aneka rasa. Itulah nikmat Allah, yg kita sering lupa, bahwa Allah-lah penciptanya, kita sekedar melakukan syariatnya dgn menanam dan menuai hasil.
Bagaimana bisa dari tanah dan bercampur air menjadi Buàh atau biji-bijian yg kamu makan dan lihat itu?

Bagaimana mungkin itu terjadi?
Tidak logis namun semua itu mudah bg Allah.


Jika buah-buahan belum mengetuk hati kita untuk tunduk, takjub dan menambah keyakinan kita kepada Allah Subhanawata'ala, maka hati kita belum bisa melihat, masih buta dan masih cendrung keduniaan saja. Jauh dan semakin jauuh....

Yaasiin : 33
  وَآيَةٌ لَهُمُ الْأَرْضُ الْمَيْتَةُ أَحْيَيْنَاهَا وَأَخْرَجْنَا مِنْهَا حَبًّا فَمِنْهُ يَأْكُلُونَ
Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah bumi yang mati. Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan dari padanya biji-bijian, maka daripadanya mereka makan.

Al-An'aam : 99
وَهُوَ الَّذِي أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجْنَا بِهِ نَبَاتَ كُلِّ شَيْءٍ فَأَخْرَجْنَا مِنْهُ خَضِرًا نُخْرِجُ مِنْهُ حَبًّا مُتَرَاكِبًا وَمِنَ النَّخْلِ مِنْ طَلْعِهَا قِنْوَانٌ دَانِيَةٌ وَجَنَّاتٍ مِنْ أَعْنَابٍ وَالزَّيْتُونَ وَالرُّمَّانَ مُشْتَبِهًا وَغَيْرَ مُتَشَابِهٍ ۗ انْظُرُوا إِلَىٰ ثَمَرِهِ إِذَا أَثْمَرَ وَيَنْعِهِ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكُمْ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ
Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau. Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman. 


Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman...

“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.” 
(QS. Al-hadid : 16)

Saudaraku yang dirahmati Allah....
Maha Suci Allah yang mepergilirkan malam dengan siang.
Hari berlalu membentuk minggu, berlanjut kehitungan bulan dan hitungan bulan pun membentuk tahun. Tanpa kita rasakan pintu ajalpun kian mendekat.
Sementara, peluang hidup tak mungkin kan berulang.
SIAP atau TIDAK, waktu pasti akan meninggalkan kita
Sejauh apa pun satu tahun ke depan sesungguhnya masih lebih dekat daripada satu detik yang telah berlalu. Karena waktu kita yang telah berlalu, walaupun satu detik, tidak akan bisa kita manfaatkan lagi.
Begitu pun dengan berbagai kesempatan yang kita miliki.

Pagi ini adalah pagi ini, ia tidak akan pernah kembali jika telah tiba waktu siang.
Kalau kesempatan hari ini terlewatkan, hilang sudah momentum yang bisa kita raih. Karena, tidak ada jaminan bagi kita akan berjumpa dengan esok hari.
Jika kita menganggap remeh sebuah ruang waktu,
Maka sesungguhnya kita sedang membuang sebuah kesempatan.
kesempatan tidak akan pernah kembali.
Ia akan pergi bersama berlalunya waktu.
SIAP atau TIDAK, jatah waktu kita terus berkurang

Ketika kita sedang merayakan hari ulang tahun, sebenarnya kita sedang merayakan berkurangnya jatah usia. Usia kita sudah berkurang satu tahun. Dengan kata lain hari kematian kita mendekat satu tahun.
Ketika jatah-jatah waktu itu terus berkurang, peluang kita semakin sedikit.
Begitu kita menyadari, yang tinggal hanyalah PENYESALAN.

“Dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahannam; dan pada hari itu ingatlah manusia, akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya. Dia mengatakan: ‘Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini.” (Al-Fajr: 23-24)

Tak banyak diantara kita yang sadar, BEGITU BANYAK PELUANG TERBUANG
Kadang, kita menganggap biasa mengisi hari-hari dengan santai, televisi, dan melakukan hal-hal yang sia-sia. Bahkan ada yang bisa berjam-jam sibuk dengan video game, FB dll. Sedikit pun tak muncul rasa kehilangan. Apalagi penyesalan.

Sadarkah kita berapa banyak peluang yang telah terbuang.
Berapa banyak waktu berlalu tanpa bernilai sama sekali.

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali, orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan menetapi kesabaran.” (Al-Ashr: 1-3)

Tak seorangpun dari kita yang tahu, KAPAN WAKTU KITA AKAN BERAKHIR.
Sudah saatnya bagi kita untuk memaknai waktu.
Biarlah orang mengatakan WAKTU ADALAH UANG.
namun bagi kita, “WAKTU ADALAH IBADAH!”.
Sedang apapun kita jadikanlah setiap waktu yang kita lalui untuk beribadah semata-mata berharap ridho Allah.

Selamat siang saudaraku...
selamat beraktifitas yg bernilai ibadah