Kamis, 14 November 2013

Upah Berdakwah ?


"Katakanlah "aku tidak meminta upah sedikitpun kepadamu atas dakwahku dan bukanlah aku termasuk orang-orang yang mengada-adakan". (Qs: Shaad:86)

Saudaraku...

Akhir-akhir ini tengah trend bagi kehidupan beragama kita bahwa berdakwah atau mengingatkan orang untuk kembali kepada Allah dengan meminta dan ataupun menerima upah. Fenomena ini sebenarnya telah lama berjalan dan fenomena ini sangat bertentangan dengan perintah Allah di dalam Al Qur'an tentang berdakwah atau saling mengingatkan.

"Wahai kaumku! aku tidak meminta imbalan kepadamu atas (seruanku) ini. Imbalanku hanyalah dari Allah yang telah menciptakanku. Tidakkah kamu mengerti?". (Qs:Huud:51)

"Katakanlah "aku tidak meminta upah sedikitpun kepadamu dalam menyampaikan risalah itu, melainkan (mengharapkan kepatuhan) orang-orang yang mau mengambil jalan kepada Tuhannya". 
(Qs:Al Furqan:57)

"Jika kamu berpaling (dari peringatanku) aku tidak meminta upah sedikitpun daripadamu. Upahku tidak lain hanyalah dari Allah, dan aku disuruh supaya aku termasuk golongan orang-orang yang berserah diri (kepada-Nya)". 

(Qs: Yunus: 72)

Persoalannya bagi kita,, apakah semua orang yang menyeru kepada Allah adalah baik? bagaimana jika cara yang ditempuh tidak sesuai dengan tuntunan Al Qur'an yang notabene adalah tuntunan Allah Subhanawata'alla?.

Dalam Al Qur'an dan Sunnah, tidak pernah kita temukan tentang upah didalam melaksanakan dakwah dan mengajak orang untuk kembali ke jalan Allah. Para Nabi dan Rasul Allah tidak menerima upah apapun dalam berdakwah dan mengingatkan umat kembali kepada Allah. Yang ada hanyalah urusan berdakwah terpisah dengan urusan ekonomi yang bersangkutan. Seberapapun besarnya yang diberikan atau yang diminta untuk berdakwah, atau sekecil apapun yang diterima dalam berdakwah, tiada artinya disisi Allah karena Allah melarang itu.

Jika Allah melarang menerima upah atas jasa kita dalam berdakwah, kemudian atas dasar apa kita berani menerima upah dan memasang tarif dalam berdakwah?. Kemudian kemana kita sebenarnya beriman? kepada nenek moyang yang juga melakukan hal serupa atau kepada Allah?. Jawabanya dapat kita jawab masing-masing dan Allah mengetahui segala isi hati.

"Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan (Al Qur'an) tetapi mereka berpaling dari kebanggan itu".
"Atau kamu meminta upah kepada mereka?, maka upah dari Tuhanmu adalah lebih baik dan Dia adalah Pemberi rezki Yang Paling Baik". (Qs: Al Mu'minun:71-72)

Allah, Tuhan Seru Sekalian Alam tidak melarang manusia untuk jual beli dan bekerja dalam konteks memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, dan menafkahi keluarga. Namun menjual murah ayat Al Qur'an dalam pengertian berapapun yang diminta dan diterima dalam berdakwah dan mengingatkan orang lain kepada Allah tidak berarti apa-apa disisi Allah, yang berarti disisi Allah tidak lain adalah amalan yang baik dan soleh dengan mengharapkan kepatuhan dan berserah diri hanya kepada Allah semata.

"Dan janganlah kamu tukar perjanjianmu dengan Allah dengan harga yang sedikit (murah), sesungguhnya apa yang ada disisi Allah, itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahui". 
(Qs: An Nahl:95)

"Al Qur'an itu tiada lain hanyalah peringatan bagi semesta alam. (yaitu) bagi siapa diantaramu yang mau menempuh jalan yang lurus". (Qs:At Takwiir:27-28)


Maha Benar Allah dengan segala Firman Nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar