Rabu, 13 November 2013

Seseorang tidak memikul dosa orang lain


Seseorang yang berbuat kejahatan atau mengingkari ayat-ayat Allah, tidak akan menanggung dosa orang lain selain dosanya sendiri. Sebaliknya, seseorang yang bertaqwa atau menjalankan perintah Allah dan meninggalkan semua larangan-Nya tidak akan dapat memberi pahala kepada orang lain selain pahala untuk dirinya sendiri. 
Begitulah ketetapan yang Allah Swt buat dan dapat kita ketahui bersama di dalam Al Qur’an. Sering kita terjebak didalam berbagai pendapat yang kita ketahui dari orang lain dan dari berbagai media bahwa seseorang dapat memikul atau bertanggung jawab terhadap dosa orang lain. Ataupun seseorang dapat memberi pahalanya kepada orang lain dan sebagainya. Kabar tersebut sudah dipastikan tidak benar karena Allah Tuhan Seru Sekalian Alam telah memberikan ketetapan yang jelas terang benderang di dalam Al Qur’an:

“Dan orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Dan jika seseorang yang berat dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul dosanya itu tiadalah akan dipikulkan untuknya sedikitpun meskipun (yang dipanggilnya itu) kaum kerabatnya. Sesungguhnya yang dapat kamu beri peringatan hanya orang-orang yang takut kepada azab Tuhannya (sekalipun) mereka tidak melihatNya dan mereka mendirikan sembahyang. Dan barangsiapa yang mensucikan dirinya, sesungguhnya ia mensucikan diri untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan kepada Allahlah kembali(mu).” (Qs:Faathir:18)

“Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai.”
(Qs:Al Israa’:7)

“Barangsiapa yang datang dengan (membawa) kebaikan, maka baginya (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barangsiapa yang datang dengan (membawa) kejahatan, maka tidaklah diberi pembalasan kepada orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu, melainkan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan.” (Al Qhashas84)


            Sesungguhnya, ketetapan Allah yang dapat kita ketahui dalam Al Qur’an adalah berlaku untuk semua orang. Apakah sebagai seorang suami, sebagai seorang istri, anak, orang tua, karib kerabat dan sebagainya. Tidaklah mungkin seseorang memikul dosa orang lain baik didalam rumah tangga sendiri. Kabar pertakut bahwa seseorang dapat memikul atau menanggung dosa orang lain seperti itu hanya akan menjauhkan kita dari keyakinan atas firman Allah Swt. Keimanan terhadap ayat-ayat Allah didalam Al Qur’an adalah sebuah kewajiban bagi orang-orang beriman. 

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, maka itu adalah untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, maka itu akan menimpa dirinya sendiri, kemudian kepada Tuhanmulah kamu dikembalikan.” 
(Qs:Al Jaatsiyah:15)

“Barangsiapa yang mengerjakan amal yang saleh maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, maka (dosanya) untuk dirinya sendiri; dan sekali-kali tidaklah Rabb-mu menganiaya hamba-hambaNya.” (Qs:Fushshilat:46)

“Barangsiapa yang mengerjakan dosa, maka sesungguhnya ia mengerjakannya untuk (kemudharatan) dirinya sendiri. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”
(Qs:An Nisaa’:111)

                Semoga kita mampu membentengi diri kita dengan Al Qur’an, dengan menjadikannya sebagai petunjuk ke jalan yang lurus, pedoman didalam kehidupan serta menjadi cayaha yang mampu mengeluarkan seseorang dari kegelapan, kemudian menjadi pelajaran,,peringatan dan kabar gembira. * * *

Tidak ada komentar:

Posting Komentar