Dalam
kehidupan ini, terkadang kita menemukan bilangan-bilangan yang diasumsikan
sebagai pertanda atau petunjuk yang tidak lain adalah sebuah terkaan terhadap hal yang ghaib. Padahal bilangan-bilangan yang hadir dalam kehidupan
merupakan sebuah batu ujian bagi kita agar berserah diri kepada Allah
robbilalamiin. Agar kembali total kepada Allah dengan tiidak terjebak
didalam pendapat dan pertanyaan yang bias sehingga dapat menjerumuskan
kita ke hal yang bersifat syirik. Adalah sebuah praduga saja bahwa kita mendefinisikan bilangan-bilangan tersebut sebagai suatu pertanda dari Tuhan Seru Sekalian Alam.
- Apa maksud Allah dengan angka ....
- Apa maksud Allah dengan bilangan ....
- Kenapa Allah jadikan langit tujuh lapis....
dsb....
Tidak saja terhadap bilangan yang hadir didalam kehidupan kita masing-masing, namun juga sering kali dengan mengasumsikan bilangan-bilangan didalam Al Qur'an sebagai terkaan barang yang ghaib. Kemudian, membagi-bagi Surah dan ayat-ayat Allah didalam Al Qur'an. Membagi untuk tujuan sesuatu selain Allah, membagi Surah maupun ayat Al Qur'an yang tidak lain adalah perkataan Allah, untuk mengejar sesuatu yang tidak ada hujjah terhadap itu. Hal seperti ini tidak lain adalah sebuah praduga dan prasangka dan tidak berarti apa-apa justru dilarang oleh Allah Subhanawata'alla. Seperti :
- Kenapa Surah ..... di Surah ke ....
- Kenapa Ayat .... di angka atau bilangan ....
- Apa maksud Allah dengan angka ....
- Apa maksud Allah dengan bilangan ....
- Kenapa Allah jadikan langit tujuh lapis....
dsb....
Tidak saja terhadap bilangan yang hadir didalam kehidupan kita masing-masing, namun juga sering kali dengan mengasumsikan bilangan-bilangan didalam Al Qur'an sebagai terkaan barang yang ghaib. Kemudian, membagi-bagi Surah dan ayat-ayat Allah didalam Al Qur'an. Membagi untuk tujuan sesuatu selain Allah, membagi Surah maupun ayat Al Qur'an yang tidak lain adalah perkataan Allah, untuk mengejar sesuatu yang tidak ada hujjah terhadap itu. Hal seperti ini tidak lain adalah sebuah praduga dan prasangka dan tidak berarti apa-apa justru dilarang oleh Allah Subhanawata'alla. Seperti :
- Kenapa Surah ..... di Surah ke ....
- Kenapa Ayat .... di angka atau bilangan ....
- Surah .... untuk mengusir Syaitan
- Surah .... atau ayat .... jika dibaca ..... kali akan mendapat pahala atau .....
dsb...
yang pada akhirnya akan menjerumuskan kita terhadap hal yang tidak perlu. Jelas sekali pelajaran yang Allah berikan di Surah Muddatstsir dan Al Kahfi untuk kita renungkan bahwa bilangan adalah sebagai cobaan bagi kita apakah kita menginginkan bilangan itu sebagai terkaan atau menginginkan ketundukan dan kepatuhan kepada Allah Robbilalamiin dengan memurnikan keta'atan hanya kepada-Nya. .
Di ayat Al Muddatstsir ayat 27 sampai dengan 30 jelas sekali bahwa Allah menjadikan cobaan dengan bilangan "sembilan belas". Bukan yang terpenting bilangannya itu, tetapi keyakinan kita terhadap firman Allah dan ilmu itu menambah keimanan kita sehingga kita senantiasa memperbaiki diri.
dsb...
yang pada akhirnya akan menjerumuskan kita terhadap hal yang tidak perlu. Jelas sekali pelajaran yang Allah berikan di Surah Muddatstsir dan Al Kahfi untuk kita renungkan bahwa bilangan adalah sebagai cobaan bagi kita apakah kita menginginkan bilangan itu sebagai terkaan atau menginginkan ketundukan dan kepatuhan kepada Allah Robbilalamiin dengan memurnikan keta'atan hanya kepada-Nya. .
Di ayat Al Muddatstsir ayat 27 sampai dengan 30 jelas sekali bahwa Allah menjadikan cobaan dengan bilangan "sembilan belas". Bukan yang terpenting bilangannya itu, tetapi keyakinan kita terhadap firman Allah dan ilmu itu menambah keimanan kita sehingga kita senantiasa memperbaiki diri.
Tahukah kamu apakah (neraka) Saqar itu?
Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan.
(Neraka Saqar) adalah pembakar kulit manusia.
Dan di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga).
Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari malaikat: dan
tidaklah Kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan untuk jadi cobaan
bagi orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab menjadi
yakin dan supaya orang yang beriman bertambah imannya dan supaya
orang-orang yang diberi Al Kitab dan orang-orang mukmin itu tidak
ragu-ragu dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan
orang-orang kafir (mengatakan): "Apakah yang dikehendaki Allah dengan
bilangan ini sebagai suatu perumpamaan?" Demikianlah Allah membiarkan
sesat orang-orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa
yang dikehendaki-Nya. Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu
melainkan Dia sendiri. Dan Saqar itu tiada lain hanyalah peringatan bagi
manusia.
(Al Qur'an: Al Muddatstsir:27-30)
Nanti (ada
orang yang akan) mengatakan (jumlah mereka) adalah tiga orang yang
keempat adalah anjingnya, dan (yang lain) mengatakan: "(jumlah mereka)
adalah lima orang yang keenam adalah anjing nya", sebagai terkaan
terhadap barang yang gaib; dan (yang lain lagi) mengatakan: "(jumlah
mereka) tujuh orang, yang ke delapan adalah anjingnya". Katakanlah:
"Tuhanku lebih mengetahui jumlah mereka; tidak ada orang yang mengetahui
(bilangan) mereka kecuali sedikit". Karena itu janganlah kamu
bertengkar tentang hal mereka, kecuali pertengkaran lahir saja dan
jangan kamu menanyakan tentang mereka (pemuda-pemuda itu) kepada
seorangpun di antara mereka. (Al Qur'an: Al Kahfi:22)
dan...Keras sekali peringatan Allah Tuhan Seru Sekalian Alam terhadap orang-orang yang membagi-bagi Al Qur'an. Padahal ayat-ayat Allah didalam Al Qur'an itu komperhensif yakni saling mendukung satu sama lainnya sehingga menjadi petunjuk dan dapat menjelaskan segala sesuatu. Janganlah mengambil atau mencomot ayat-ayat Allah untuk kepentingan nafsu dan dunia. Sangat keras peringatan bagi orang-orang yang membagi-bagi Al Qur'an itu.
Sebagaimana (Kami telah memberi peringatan), Kami telah menurunkan (azab) kepada orang-orang yang membagi-bagi (Kitab Allah),
(Al Qur'an:Al Hijr:90)
(yaitu) orang-orang yang telah menjadikan Al Quran itu terbagi-bagi. (Al Qur'an:Al Hijr:91)
Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua,
(Al Qur'an:Al Hijr:92)
tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu.
(Al Qur'an:Al Hijr:93)
Semoga
kita mendapatkan pelajaran dari Al Qur'an, bahwa firman dan perkataan
Allah Yang Maha Kuasa bukanlah hal yang remeh temeh, dan bukan hal yang
rendahan yang tidak berarti sama sekali sehingga kita mendahulukan perkataan. petunjuk, prinsip orang lain atau diri sendiri dibandingkan mendahulukan dan mengimani perkataan-Nya. Sesungguhnya Al Qur'an itu adalah petunjuk ke jalan yang lurus. Cahaya yang
mengeluarkan seseorang dari kegelapan kepada cahaya yang terang
benderang.
dan Al Quran itu bukanlah perkataan seorang penyair. Sedikit sekali kamu beriman kepadanya.
Dan bukan pula perkataan tukang tenung. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran daripadanya.
(Al Qur'an: Al Haaqah:41-42)
Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran? (Al Qur'an;Al Qamar:17,22,32,40)
Maka kepada perkataan apakah sesudah Al Quran ini mereka akan beriman?
(Al Qur'an: Al Mursalaat:50)
Maha Benar Allah dengan Segala Firman-Nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar