Kesuksesan
tidak lepas dari kata “selamat”. Sebuah kesuksesan tentunya diiringi dengan
ucapan selamat. Kesuksesan yang abadi sesungguhnya adalah kesuksesan yang
diberi ucapan “selamat” dari Tuhan Seru Sekalian Alam. Tidak hanya sukses di
dunia namun juga sukses di kehidupan yang kekal di akhirat nanti.
Fenomenanya
sekarang kita terjebak dengan defenisi “sukses” yang diada-adakan. Kesuksesan
hanya diukur dari banyaknya harta, tahta, wanita dan segala yang menyangkut
urusan dunia. Padahal tidak sedikitpun tentang banyaknya harta, tingginya
jabatan, banyaknya istri, banyaknya anak, indahnya kebun dan ladang, luasnya
pergaulan, tingginya prestasi, dan lain sebagainya dapat menyelamatkan kita di
akhirat kelak, yang dapat menyelamatkan kita kelak tidak lain adalah
amalan-amalan saleh yang dilakukan atas kepatuhan, ketaatan hamba-Nya
kepada-Nya. Melakukan sesuatu dalam kehidupan dikarenakan perintah Allah,
siapapun kita, apapun jabatan kita, dimanapun kita berada.
Allah
Swt berfirman : “Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah
permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu
serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang
tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering
dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti)
ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan
dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (Qs:Al Hadiid:20)
Adalah Allah yang menyempitkan rezki
bagi seseorang dan melapangkan rezki bagi seseorang, kemudian atas dasar apa
kita berlaku sombong terhadap apa yang kita punya, apa yang kita raih dan
dapatkan. Tidaklah kesuksesan dilihat dari banyaknya harta yang telah dikumpulkan
karena Allah jualah yang melapangkan rezki dan menyempitkannya, dan kepada-Nya
lah sepantasnya bersyukur. Tiadalah kekayaan dan kemiskinan, kelapangan harta
dan kesempitan harta, kesenangan dan kesengsaraan melainkan ujian dari-Nya,
agar hamba-hamba-Nya bersyukur dan bertaqwa kepada Tuhan yang memiliki apa yang
ada dilangit dan apa yang ada dibumi ini.
“Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa Sesungguhnya
Allah melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan Dia (pula) yang menyempitkan
(rezki itu). Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat
tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang beriman.”
(Qs:Ar Rum:37)
(Qs:Ar Rum:37)
“Allah melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di
antara hamba- hamba-Nya dan Dia (pula) yang menyempitkan baginya. Sesungguhnya
Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Qs: Al Ankabuut:62)
“Kepunyaan-Nya-lah perbendaharaan langit dan bumi; Dia
melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan(nya).
Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Qs:Asy Syuura:12)
“Kepunyaan-Nya-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di
bumi. Dan Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (Qs:Asy Syuura:4)
Orang-orang yang sukses itu ialah
orang-orang yang beriman dan bertaqwa, kemudian diucapkan kepadanya selamat
ketika hendak memasuki surga. Bahkan untuk orang-orang kafir dan ingkar
terhadap Allah Swt, tidak sedikitpun ucapan selamat dari Tuhan Pemilik Surga
dan Neraka kepada penghuni neraka.
“Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam
syurga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan
ucapan selamat di dalamnya.” (Qs:Al Furqan:75)
(Kepada mereka dikatakan): "Salam", sebagai ucapan
selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang. Dan (dikatakan kepada orang-orang
kafir): "Berpisahlah kamu (dari orang-orang mukmin) pada hari ini, hai
orang-orang yang berbuat jahat.” (Qs:Yasiin:58-59)
(Dikatakan kepada mereka): "Ini adalah suatu rombongan
(pengikut-pengikutmu) yang masuk berdesak-desak bersama kamu (ke neraka)".
(Berkata pemimpin-pemimpin mereka yang durhaka): "Tiadalah ucapan selamat datang kepada mereka
karena sesungguhnya mereka akan masuk neraka". (Qs:Shaad:59)
Pengikut-pengikut mereka menjawab: "Sebenarnya kamulah.
Tiada ucapan selamat datang bagimu, karena kamulah yang menjerumuskan kami ke
dalam azab, maka amat buruklah Jahannam itu sebagai tempat menetap".
(Qs:Shaad:60)
Bagi orang-orang yang sukses melewati
kehidupan dunia ini dengan berbagai ujian dari Allah, dikatakan kepada mereka
salam sebagai ucapan selamat dan sejahtera. Kesuksesan yang hakiki dari Allah
Tuhan Seru Sekalian Alam.
“Salam penghormatan kepada mereka (orang-orang mukmin itu)
pada hari mereka menemui-Nya ialah: Salam; dan Dia menyediakan pahala yang
mulia bagi mereka.” (Qs:Al Ahzab:44)
“Mereka tidak mendengar perkataan yang tak berguna di dalam
syurga, kecuali ucapan salam. Bagi mereka rezkinya di syurga itu tiap-tiap pagi
dan petang.” (Qs:Maryam:62)
Maha Benar Allah dengan Segala Firman-Nya. * * *
Tidak ada komentar:
Posting Komentar