Seseorang yang berbuat kejahatan atau
mengingkari ayat-ayat Allah, tidak akan menanggung dosa orang lain selain
dosanya sendiri. Sebaliknya, seseorang yang bertaqwa atau menjalankan perintah
Allah dan meninggalkan semua larangan-Nya tidak akan dapat memberi pahala kepada
orang lain selain pahala untuk dirinya sendiri.
Begitulah ketetapan yang Allah Swt buat dan
dapat kita ketahui bersama di dalam Al Qur’an. Sering kita terjebak didalam
berbagai pendapat yang kita ketahui dari orang lain dan dari berbagai media
bahwa seseorang dapat memikul atau bertanggung jawab terhadap dosa orang lain.
Ataupun seseorang dapat memberi pahalanya kepada orang lain dan sebagainya.
Kabar tersebut sudah dipastikan tidak benar karena Allah Tuhan Seru Sekalian
Alam telah memberikan ketetapan yang jelas terang benderang di dalam Al Qur’an:
“Dan orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Dan jika
seseorang yang berat dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul dosanya itu
tiadalah akan dipikulkan untuknya sedikitpun meskipun (yang dipanggilnya itu)
kaum kerabatnya. Sesungguhnya yang dapat kamu beri peringatan hanya orang-orang
yang takut kepada azab Tuhannya (sekalipun) mereka tidak melihatNya dan mereka
mendirikan sembahyang. Dan barangsiapa yang mensucikan dirinya, sesungguhnya ia
mensucikan diri untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan kepada Allahlah
kembali(mu).” (Qs:Faathir:18)
“Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan
jika kamu berbuat
jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat
hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk
menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana
musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan
sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai.”
(Qs:Al Israa’:7)
(Qs:Al Israa’:7)
“Barangsiapa yang
datang dengan (membawa) kebaikan, maka baginya (pahala) yang lebih baik
daripada kebaikannya itu; dan barangsiapa yang datang dengan (membawa) kejahatan,
maka tidaklah diberi pembalasan kepada orang-orang yang telah mengerjakan
kejahatan itu, melainkan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan.”
(Al Qhashas84)
Sesungguhnya,
ketetapan Allah yang dapat kita ketahui dalam Al Qur’an adalah berlaku untuk
semua orang. Apakah sebagai seorang suami, sebagai seorang istri, anak, orang
tua, karib kerabat dan sebagainya. Tidaklah mungkin seseorang memikul dosa
orang lain baik didalam rumah tangga sendiri. Kabar pertakut bahwa seseorang
dapat memikul atau menanggung dosa orang lain seperti itu hanya akan menjauhkan
kita dari keyakinan atas firman Allah Swt. Keimanan terhadap ayat-ayat Allah
didalam Al Qur’an adalah sebuah kewajiban bagi orang-orang beriman.
“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, maka itu adalah untuk dirinya
sendiri, dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan,
maka itu akan menimpa dirinya sendiri, kemudian kepada Tuhanmulah kamu
dikembalikan.”
(Qs:Al Jaatsiyah:15)
(Qs:Al Jaatsiyah:15)
“Barangsiapa yang mengerjakan amal yang saleh maka (pahalanya) untuk
dirinya sendiri dan barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, maka (dosanya)
untuk dirinya sendiri; dan sekali-kali tidaklah Rabb-mu menganiaya
hamba-hambaNya.” (Qs:Fushshilat:46)
“Barangsiapa
yang mengerjakan dosa, maka sesungguhnya ia mengerjakannya untuk (kemudharatan)
dirinya sendiri. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”
(Qs:An
Nisaa’:111)
Semoga
kita mampu membentengi diri kita dengan Al Qur’an, dengan menjadikannya sebagai
petunjuk ke jalan yang lurus, pedoman didalam kehidupan serta menjadi cayaha yang mampu mengeluarkan seseorang dari kegelapan,
kemudian menjadi pelajaran,,peringatan dan kabar gembira. * * *
Tidak ada komentar:
Posting Komentar