Translate

Rabu, 13 November 2013

Selamat


Kesuksesan tidak lepas dari kata “selamat”. Sebuah kesuksesan tentunya diiringi dengan ucapan selamat. Kesuksesan yang abadi sesungguhnya adalah kesuksesan yang diberi ucapan “selamat” dari Tuhan Seru Sekalian Alam. Tidak hanya sukses di dunia namun juga sukses di kehidupan yang kekal di akhirat nanti. 

Fenomenanya sekarang kita terjebak dengan defenisi “sukses” yang diada-adakan. Kesuksesan hanya diukur dari banyaknya harta, tahta, wanita dan segala yang menyangkut urusan dunia. Padahal tidak sedikitpun tentang banyaknya harta, tingginya jabatan, banyaknya istri, banyaknya anak, indahnya kebun dan ladang, luasnya pergaulan, tingginya prestasi, dan lain sebagainya dapat menyelamatkan kita di akhirat kelak, yang dapat menyelamatkan kita kelak tidak lain adalah amalan-amalan saleh yang dilakukan atas kepatuhan, ketaatan hamba-Nya kepada-Nya. Melakukan sesuatu dalam kehidupan dikarenakan perintah Allah, siapapun kita, apapun jabatan kita, dimanapun kita berada. 

Allah Swt berfirman : Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (Qs:Al Hadiid:20)

Adalah Allah yang menyempitkan rezki bagi seseorang dan melapangkan rezki bagi seseorang, kemudian atas dasar apa kita berlaku sombong terhadap apa yang kita punya, apa yang kita raih dan dapatkan. Tidaklah kesuksesan dilihat dari banyaknya harta yang telah dikumpulkan karena Allah jualah yang melapangkan rezki dan menyempitkannya, dan kepada-Nya lah sepantasnya bersyukur. Tiadalah kekayaan dan kemiskinan, kelapangan harta dan kesempitan harta, kesenangan dan kesengsaraan melainkan ujian dari-Nya, agar hamba-hamba-Nya bersyukur dan bertaqwa kepada Tuhan yang memiliki apa yang ada dilangit dan apa yang ada dibumi ini. 

“Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa Sesungguhnya Allah melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan Dia (pula) yang menyempitkan (rezki itu). Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang beriman.” 
(Qs:Ar Rum:37)

“Allah melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba- hamba-Nya dan Dia (pula) yang menyempitkan baginya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Qs: Al Ankabuut:62)

“Kepunyaan-Nya-lah perbendaharaan langit dan bumi; Dia melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan(nya). Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Qs:Asy Syuura:12)

“Kepunyaan-Nya-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (Qs:Asy Syuura:4)

Orang-orang yang sukses itu ialah orang-orang yang beriman dan bertaqwa, kemudian diucapkan kepadanya selamat ketika hendak memasuki surga. Bahkan untuk orang-orang kafir dan ingkar terhadap Allah Swt, tidak sedikitpun ucapan selamat dari Tuhan Pemilik Surga dan Neraka kepada penghuni neraka.

Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam syurga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya.” (Qs:Al Furqan:75)

(Kepada mereka dikatakan): "Salam", sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang. Dan (dikatakan kepada orang-orang kafir): "Berpisahlah kamu (dari orang-orang mukmin) pada hari ini, hai orang-orang yang berbuat jahat.” (Qs:Yasiin:58-59)

(Dikatakan kepada mereka): "Ini adalah suatu rombongan (pengikut-pengikutmu) yang masuk berdesak-desak bersama kamu (ke neraka)". (Berkata pemimpin-pemimpin mereka yang durhaka): "Tiadalah ucapan selamat datang kepada mereka karena sesungguhnya mereka akan masuk neraka". (Qs:Shaad:59)

Pengikut-pengikut mereka menjawab: "Sebenarnya kamulah. Tiada ucapan selamat datang bagimu, karena kamulah yang menjerumuskan kami ke dalam azab, maka amat buruklah Jahannam itu sebagai tempat menetap". (Qs:Shaad:60)

Bagi orang-orang yang sukses melewati kehidupan dunia ini dengan berbagai ujian dari Allah, dikatakan kepada mereka salam sebagai ucapan selamat dan sejahtera. Kesuksesan yang hakiki dari Allah Tuhan Seru Sekalian Alam. 

“Salam penghormatan kepada mereka (orang-orang mukmin itu) pada hari mereka menemui-Nya ialah: Salam; dan Dia menyediakan pahala yang mulia bagi mereka.” (Qs:Al Ahzab:44)

“Mereka tidak mendengar perkataan yang tak berguna di dalam syurga, kecuali ucapan salam. Bagi mereka rezkinya di syurga itu tiap-tiap pagi dan petang.” (Qs:Maryam:62)

Maha Benar Allah dengan Segala Firman-Nya. * * *

Tidak ada komentar:

Posting Komentar