"Sucikanlah
nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi, Yang menciptakan dan menyempurnakan
(penciptaanNya), dan yang menentukan Kadar (masing-masing) dan
menentukan petunjuk."
(Qs: Al A'laa:1-3)
Setiap orang memiliki kadarnya masing-masing, karena Allah Sang Pencipta telah menentukan kadar makhluknya atas kehendak-Nya.
Setiap manusia tentu berbeda satu sama lainnya. Berbeda dari detik,
menit, jam, tanggal, bulan dan tahun kelahirannya. Berbeda keluarga dan
orang tuanya, berbeda zaman kehidupannya.
Secara fisikly atau
zahir juga berbeda satu sama lainnya. Ada yang sempurna dan ada yang
kurang sempurna, ada yang berkulit putih, coklat, kuning, merah, hitam
dan sebagainya....
Apalagi persoalan pekerjaan dan rezki, jodoh,
maut tentulah berbeda. Berbagai urusan yang dikerjakan setiap haripun
sangat berbeda. Kemudian tempat tinggal, harapan dan cita-cita juga
berbeda.
Banyak sekali yang berbeda, namun Tuhan dari segala
makhluk itu tetaplah Yang Maha Satu, Allah Subhanawata'alla. Di
genggaman-Nya lah alam semesta ini, Dia yang Maha Besar yang Arsy
berada diatas air diatas langit ketujuh. Dia yang memberi rezki kepada
makhluknya termasuk kepada binatang yang bersembunyi didalam tanah
sekalipun.
"Dan Dialah Allah (yang disembah), baik dilangit
maupun di bumi, Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang
kamu lahirkan dan mengetahui (pula) apa yang kamu usahakan.
(Qs: Al
An'aam:3)
Kehidupan dunia memang amat memperdayai kita. namun
ingatlah, tidak ada yang luput dari pengetahuan Allah. Dia, Allah yang
Maha Melihat apa yang kita kerjakan dan usahakan. Jika kita diberi
harta atau dicukupkan rezki, maka Allah lah yang Maha Pemberi itu.
Sebaliknya, jika kita dalam keadaan kesempitan harta dan rezki, maka
Allah lah yang mengizinkan itu. Keadaan kita itu tidak lain hanyalah
ujian semata. Maka tidak ada kata lain selain bertaqwa kepada-Nya.
"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang
diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis
emas, perak, dan kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah
ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat
kembali yang baik."
(Qs: Ali Imran:14)
Diperkirakan manusia
yang hidup saja dimuka bumi ini sekarang lebih dari 6 milyar jiwa, yang
tersebar diberbagai negara, kota/kabupaten, kampung halaman dan
sebagainya...
Tahukah kita..bahwa dari berbagai urusan-urusan
manusia, termasuk urusan kita dan termasuk urusan saya yang menulis
ini, yang dikerjakan hari demi hari akan naik kepada sisi Allah.
"Dan Dia lah Allah yang telah menghidupkan kamu, kemudian mematikan
kamu, kemudian menghidupkan kamu kembali. Sesungguhnya manusia itu,
benar-benar sangat mengingkari nikmat."
(Qs: Al Hajj:66)
Yang
naik ke sisi Allah adalah perbuatan-perbuatan dan amalan-amalan yang
baik. Sekecil dan sebesar apapun perbuatan itu akan naik ke sisi Allah
dan mendapatkan balasan dari-Nya. Begitu juga sebaliknya, perbuatan dan
amalan buruk-pun akan mendapatkan balasannya. Tolok ukur dari perbuatan
tersebut adalah Al Qur'an atau Al Furqan, pembeda, pembeda antara yang
haq dan yang bathil.
"(Luqman berkata): Hai annakku,
sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada
dalam batu atau di di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan
mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha
Mengetahui.
(Qs: Luqman:16)
"Maha suci Allah yang telah
menurunkan Al Furqaan (Al Qur'an) kepada hamba Nya, agar dia menjadi
pemberi peringatan kepada seluruh alam. Yang kepunyaan Nya lah kerajaan
langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu
bagi Nya dalam kekuasaan (Nya). dan Dia telah menciptakan
ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya."
(Qs: Al Furqaan:1-2)
Maha Benar Alah dengan segala Firman-Nya.
Semoga Bermanfaat...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar